Judul : BANGOR 01 " Cinta Tak Bersambut..." Original Story : Raditya Eka Permana Art & Cover Design : Oske Winardi Dahlan Content Coloring : Rahmat Hidayat Editing : Septian Firmansyah Inking : Didit Endriawan Additional Script : Tri Handoko & Harkamil Fitri Bonus : Sticker spesial BANGOR Isi : 132 halman, Greyscale / Hitam Putih ISBN : 978-979-8433-0-0 Webiste : www.komikbangor.wordpress.com Penerbit : Extrovert Studio Pesan :
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
atau ke : 08179894781 Cetakan : Ketiga, Oktober 2008
Ketika sebuah karya dibuat, pastilah sudah terbayang untuk siapa target sasaran dari karya ini. Di titik ini, komik berjudul BANGOR, sudah membidik pasar yang jelas yaitu pasar remaja, terutama anak SMA. Berangkat dari sasaran ini, cerita, karakter gambar, dan segala astmosfer tentang dunia remaja, sudah dikaji oleh tim Bangor. Menarik buat saya, tim Bangor tidak berjumawa untuk membuat karya yang "ngawang-awang" tapi memang lakon yang dekat dengan karakteristiik pembacanya. Hasilnya adalah sebuah cerita ala dunia anak sekolah: ada anak bengal, tekun, persoalan cinta, dst. Diperteguh lagi dengan setting lokal yang amat kuat yaitu: Bandung. Saya yang dari Jawa Tengah, begitu menikmati suasana lokal yang digambarkan Bangor. Model penceritaan yang lebih mengedepankan sisi humoris, membuat Bangor menyegarkan. Cerita mengalir lancar, ringan, dan beberapa kali membuat tersenyum. Tidak hanya itu, ada beberapa pesan yang disampaikan dengan halus, sehingga tidak mengesankan sok pintar. Tentu saja ini pandangan subyektif saya tentang karya ini. Buat saya, kehadiran Bangor menambah deretan komik bermutu yang pernah lahir. Ia tampil dengan sebuah warna yang tidak tergoda untuk ikut dalam warna arus utama industri komik kita hari ini. Kalau tulisan ini diringkas, saya hanya ingin mengatakan: Bangor memang edan tenan! Diresensi oleh : Henry Ismono dari redaksi tabloid Nova. |