|
Kakek Bejo "Jangguter" karya TnP studio |
|
|
Thursday, 27 November 2008 |
|
Judul : Kakek Bejo "Jangguter" Cover: Berwarna Isi: 92 halaman, B/W Komikus : TnP studio Penerbit: PragatComic Kontak :
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
atau 08179894781 Blog : http://www.kakekbejo.blogspot.com
Buku ini adalah terbitan pertama dari Text and Pict studio yang digawangi oleh ahmadzeni. Kisahnya sendiri masih berputar disekitar kakek genit yang punya kecenderungan aneh terhadap semua yang jorok (dalam arti sebenarnya) tetapi ternyata seorang superhero pembela kebenaran yang harus menghadapi musuh bebuyutan si Jangguter. Tetapi Jangguter kembali dalam sosok yang lebih besar dan sakti, dapatkah si Kakek menyelamatkan dunia?
The Pluses ahmadzeni termasuk ‘anak baru’ dalam kancah indie komik, saat anak-anak Bandung dan Jakarta heboh mengenai support your local underground comic movement! ahmadzeni masih tekun kuliah di fakultas desain dan senirupa ITB. Semangat ngomiknya justru berkobar setelah beliau bekerja di salah satu penerbit besar dan berkeluarga. Dia tidak segan-segan bertanya-tanya dan rajin menyambangi milis-milis komik untuk mengasah kemampuan berkomiknya. Hasilnya terlihat Secara fisik komik indie tampil lebih kinclong dengan cover full colornya yang dengan teliti disiapkan oleh ahmadzeni. ahmadzeni bahkan dengan rajin mempresentasikan purwarupa covernya di berbagai forum seperti di Freakshool maupun blognya untuk mendapatkan masukan dan calon pembacanya. Masih seputar fisiknya, Kakek Bejo "Jangguter" ini digarap dengan detil lebih rumit dari cerita sebelumnya (Konser Metalaki, Dunia Lucu, Mimik Capi, dan lainnya). Sebuah usaha yang patut diacungi jempol termasuk keberaniannya untuk mencetak cover berwarna. Harganya standar komik indie (sekitar Rp 10.000) dan ahmadzeni rajin menjajakan komiknya secara online atau di acara komik. Penulis mendapatkan komik ini di toko Hellomotion di Tebet. Konon ahmadzeni pernah juga mendistibusikan komiknya di Surabaya dan Bandung!
The Minuses Karakter Kakek Bejo sendiri sepertinya agak kontradiktif. Untuk makhluk awan yang senang jorok ia tampak terlalu rapih. Penulisnya tampak agak ragu untuk bermain agak ekstrim seperti misalnya ‘Ren and Stimpy’ yang ancur banget untuk menghidupkan karakter kakek Bejo yang jorok su jorok. Negeri awan sendiri identik dengan yang bersih-bersih tapi kenapa kakek Bejo jadi jorok? Didi sang penulis sepertinya perlu mengeksplore lebih banyak dan luas untuk menggali kemungkinan lain Kakek Bejo agar tidak terjebak pada lelucon yang itu-itu saja. (Mungkin nonton Ren and Stimpy, the Simpsons, Happy Tree Friends bisa membantu.
Kostum Kakek Bejo yang berwarna kuning, ungu dan jingga cukup mewakili ke ‘norak’an sang kakek tetapi lambang patah hatinya mengingatkan akan ‘Jeprut’ jagoan karya Immy dan Haris di Komik Zenit no 3 dari Komik Karpet Biru. Dan asal-usul lambang patah hati sepertinya juga masih gelap (mungkin ada di no 3?)
The conclusion Melihat kerajinan pak ahmadzeni berwara-wiri jika terus konsisten nggak heran kalau dia akan besar nantinya. Ngomik terus Pak ahmadzeni! Ngomik terus Text and pict Studio!
Diresensi oleh : Roel http://roelworks.multiply.com/ |