|
|
PENGUNJUNG |
|
We have 17 guests online |
|
KUNJUNGAN |
| Today : | 112 | | Month : | 1151 | | TOTAL : | 78399 | |
|
|
|
|
|
|
Tentang PragatComic |
|
PragatComic web Pergerakan Cergam Baru, selain info tentang karya dari Text n Pict studio, juga berisi karya komikus / penerbit yang menitip jual komiknya, ditambah berita seputar perkembangan cergam. Ada Tarung Komik sebagai lomba komik setahun sekali, yang dimulai pada setiap bulan Agustus. Jangan lupa, ramaikan juga Forum diskusinya dengan info perkembangan komik terbaru dan terlengkap. Dan selamat berbelanja komik melalui Distro PragatComic.com. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ngomik Ramah Lingkungan Lebih Hemat! |
|
|
Tuesday, 02 December 2008 |
|
Membuat komik memang lebih murah dibanding membuat film. Tapi distribusi komik ke konsumen lebih susah dibanding karya film. Apalagi sebuah buku adalah kumpulan kertas yang berasal dari pohon yang ditebang. Dan pembayaran royalti dari penerbit buku memang saat ini masih dirasa kecil, apalagi kalau jumlah yang lakunya ternyata sedikit. Jadi kita perlu bersiasat untuk menghemat dalam berkarya, yaitu dengan lebih ramah dengan lingkungan.
Tapi bila cergamis bisa membuat karya yang terserap semua oleh pembacanya. Berarti telah menciptakan banyak lapangan kerja, misalnya untuk tim pembuat komiknya sendiri, penerbit, percetakkan, distributor dan kegiatan lainnya yang dilakukan pencinta komik. Komik fotokopian lebih ramah lingkungan daripada komik cetak, karena komik fotokopian diproduksi berdasar jumlah pemesan, dan juga diproduksi secara sedikit demi sedikit. File komik yang dijual sebagai komik internet atau komik dalam CD, lebih ramah lingkungan lagi, karena tidak memerlukan kertas dan memuat lebih banyak halaman komik.
Bagaimana dengan proses pembuatan komiknya? Saya perhatikan dan berdasar pengalaman, banyak cergamis yang boros kertas ketika membuat komik. Mereka selalu menggunakan kertas baru, terlebih karena menginginkan kesempurnaan dalam berkarya. Dari mulai pembuatan gambar dengan pensil sampai penintaan, minimal 2 kertas baru yang harus digunakan, dan karena faktor perfectsionis manusia, kadang butuh kertas lebih dari dua lembar untuk proses tersebut. Belum termasuk print naskah tulis dan pembuatan storyboard atau thumbnail, sebelum memasuki ke dalam proses gambar dengan pensil. Proses pembuatan naskah tulis atau storyboard, proses pensil, penintaan memang harus dilalui dalam pembuatan komik. Tapi proses tadi bisa disingkat atau diperhemat dalam biaya produksinya. Dan ini penting bagi cergamis yang sedang berjuang dengan biaya produksi terbatas.
Dan penghematan ini mudah, dan bukan hal baru pula, yang penting ada niat dan kesadaran tinggi akan lingkungan. Yang paling gampang adalah dengan memakai kertas bekas dalam membuat komik. Menurunkan kualitas gambar? Tentu saja tidak. Dengan perangkat digital untuk proses raster atau pewarnaan dan desain, hasil akhirnya adalah berupa file sebelum masuk cetak. Sebenarnya kesempurnaan karya sampai proses penintaan buakanlah yang utama, karena pengoreksian gambar bisa dilakukan di komputer. Malah ada yang membuat gambar langsung di komputer, tanpa kertas, misalnya komik full digtal. Tapi belum tentu bisa hemat listrik, dan untuk komputer yang hemat listrik saat ini, adalah leptop.
Kertas bekas adalah kertas yang sebelah bagiannya sudah terpakai, tapi sebelahnya masih kosong. Dan bagian kosong tadi bisa kita gunakan untuk ngomik. Tapi original artwork gak bisa dijual, dong, kalau mengunakan kertas bekas? Dengan teknologi digital, minimal scan 600 DPI, kita sebenarnya tidak membutuhkan kertas yang memuat gambar asli. Selain susah dalam pendataan dan pemeliharaannya. Kertas lebih rentan untuk rusak. Dan penjualan original artwork lebih sulit dibanding menjual satu cerita komik secara penuh. Tapi memang kita wajib punya backup, selain original artwork, kita juga bisa menyimpan file komik dalam CD, lebih baik lagi kalau DVD, karena lebih hemat dalam penyimpanan file, karena memuat lebih banyak file.
Kertas bekas tadi bisa kita guanakan minimal sebagai karya dari pensil sampai penintaan. Dan kertas bekasnya bisa berasal dari naskah tulisnya. Tapi bila cergamisnya adalah yang langsung menuangkan ceritanya dalam bentuk gambar, kertas bekas tadi bisa dijadikan sebagai media dari mulai ide sampai menjadi karya penintaan. Jadi untuk satu halaman cergamis hanya membutuhkan satu lembar kertas. Ngomik jadi lebih hemat, komikus juga punya banyak waktu untuk melakukan banyak hal, misalnya untuk mempromosikan karyanya di internet. Apalagi kalau untuk seorang aktivis cergamis yang memperoduksi komik fotokopian, mungkin cara ini sudah dilakukan oleh beberapa cergamis fotokopian, termasuk saya, pastinya. |
|
|
|
|
|
|